Mengenal tanda tanda HIV

Mengenal tanda tanda HIV

HIV (human immunodeficiency virus) biasanya berupa infeksi penyakit yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Infeksi HIV yang tidak diobati sejak tahap awal bisa berkembang menjadi AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome.

Mengenal tanda tanda HIV

Penularan HIV/AIDS terjadi lewat pertukaran cairan tubuh seperti air mani, cairan vagina, dan darah.

Penyakit ini bisa menular lewat hubungan seks, penggunaan jarum suntik atau pisau cukur tidak steril, sampai lewat persalinan dari ibu ke bayi.

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini, kenali gejala awal HIV sebelum penyakit berkembang menjadi AIDS.

Gejala awal HIV Dilansir dari Healthline, gejala awal HIV dikenal dengan istilah medis sindrom retroviral akut.

Beberapa ciri-ciri HIV tahap awal antara lain: 

  • Sakit kepala 
  • Demam 
  • Badan mudah lelah, padahal tidak banyak beraktivitas dan sudah cukup tidur
  • Nyeri sendi 
  • Tidak nafsu makan 
  • Kelenjar getah bening bengkak 
  • Sakit tenggorokan 
  • Ruam 
  • Nyeri otot 
  • Kerap muncul sariawan di mulut 
  • Ada borok atau luka bernanah di alat kelamin 
  • Sering berkeringat di malam hari, padahal cuaca tidak bikin gerah 
  • Kerap diare 
  • Tidak enak badan 
  • Mual 

Gejala awal HIV bisa berkembang dalam selang dua sampai empat minggu setelah penderita tertular penyakit ini.

Dilansir dari WebMD, infeksi HIV memiliki tiga tahap.

Yakni tahap awal, tahap kedua, dan tahap akhir atau AIDS. 

Apabila tidak diobati dengan obat anti-retro-viral (ARV) sejak tahap awal, penyakit ini bisa menggerogoti sistem daya tahan tubuh. 

Dampaknya, penderita HIV bisa mengembangkan kanker atau terkena infeksi parah saat terpapar kuman penyakit seperti virus, bakteri, dan jamur.

Selain untuk mencegah penyakit berkembang menjadi AIDS, obat ARV juga efektif untuk mencegah penularan penyakit ke orang lain. 

Sayangnya, banyak penderita tidak menyadari dirinya positif HIV sejak awal tertular penyakit ini. 

Hal itu disebabkan di tahap HIV awal, penyakit seringkali cuma mirip flu atau gejala infeksi virus lainnya. 

Penderita baru merasakan gejala awal HIV selang dua sampai enam minggu setelar tertular virus ini.

Jika Anda termasuk kelompok berisiko dan merasakan ciri-ciri HIV di atas, segara lakukan tes HIV untuk mengantisipasi HIV/AIDS.

Ciri-ciri Infeksi HIV pada Kulit

Ruam pada kulit bisa menjadi gejala HIV atau infeksi human immunodeficiency virus.

Selain itu, efek beberapa jenis obat antiretroviral untuk mengontrol penyakit HIV juga dapat menyebabkan ruam. 

Di luar itu, HIV yang menyerang kekebalan tubuh dapat membuat penderita rawan terkena beragam penyakit kulit. 

Ciri-ciri HIV pada kulit Melansir WebMD, infeksi HIV bisa menyerang sel-sel kekebalan tubuh yang biasanya bertugas melawan infeksi. 

Seiring berjalannya waktu, terlebih jika penderita tidak minum obat HIV, tubuh bakal kesulitan menghadapi infeksi yang menyebabkan ruam pada kulit. 

Untuk itu, banyak reaksi kulit yang muncul akibat HIV. 

Mengenal tanda tanda HIV

Berikut beberapa ciri-ciri HIV pada kulit: 

Ruam kemerahan, datar, tidak sakit 

Dilansir dari Medical News Today, penderita HIV di tahap awal penyakit biasanya mengalami ruam kemerahan di kulit, datar atau tidak berupa benjolan, dan tidak gatal. 

Ruam HIV ini biasanya muncul di wajah, dada, tangan, atau kaki selang satu atau dua minggu setelah pengidap terpapar virus. 

Selain ruam, pengidap juga mengalami gejala HIV khas lainnya seperti nyeri otot, badan panas dingin, keluar keringat di malam hari, sakit tenggorokan, tidak enam badan, demam, kelenjar getah bening bengkak, atau kerap sariawan. 

Ruam HIV ini muncul saat tubuh memproduksi antibodi terhadap HIV. 

Jika setelah itu penderita tidak minum obat HIV, penderita rawan mengalami masalah kulit lain.

Melansir Healthline, beberapa penderita HIV mengalami ruam yang cukup parah berupa benjolan kemerahan kecil-kecil, gatal, dan terkadang lecet. 

Ruam ini bisa menyebar dengan cepat di berbagai bagian tubuh, terutama di wajah dan dada atau kaki dan tangan. 

Terkadang, ruam juga sampai menyebar ke selaput lendir dan memicu sariawan, demam, sampai lidah bengkak. 

Ruam berupa bintil-bintil kemerahan dan menular Infeksi HIV bisa menyebabkan komplikasi infeksi virus Moluskum kontagiosum. 

Penyakit ini ditandai dengan gejala munculnya bintil-bintik berwarna kemerahan di berbagai bagian tubuh, biasanya tidak di tangan dan telapak kaki. 

Bintil kemerahan penyakit kulit ini menular ketika penderita berbagi handuk, seprai, atau benda yang terpapar virus Moluskum kontagiosum tersentuh orang lain. 

Ruam melepuh, berisi cairan, sakit 

Orang yang terinfeksi HIV/AIDS rentan terserang virus herpes. 

Penyakit ini membuat penderita mengalami ruam kulit terlihat seperti melepuh, bintik-bintiknya berisi cairan, dan terasa sakit. 

Ruam ini dapat menyerang berbagai bagian tubuh, terutama di dada, punggung, lengan, kaki, dekat mata, mulut, atau alat kelamin. 

Ruam bintik-bintik gelap yang menyebar di berbagai bagian tubuh 

Apabila infeksi HIV sudah berkembang ke tahap akhir penyakit atau AIDS, pengidap bisa mengalami komplikasi sarkoma kaposi. 

Sarkoma kaposi adalah jenis kanker kulit yang ditandai dengan gejala ruam bintik-bintik gelap yang menyebar ke berbagai bagian tubuh. 

Warna ruam ini bisa kemerahan tua, cokelat, atau keunguan. 

Cara mengobati ruam gejala HIV pada kulit 

Pengobatan untuk ruam kulit terkait gejala HIV tergantung pada akar penyebabnya. 

Jika karena reaksi obat HIV, dokter biasanya akan mengganti obat antiretroviral yang lebih minim efek samping. 

Selain itu, dokter juga bakal menyarankan obat antivirus, obat mengurangi rasa gatal, atau obat lain jika ruam disebabkan infeksi kuman dan penyebab lain. 

Selama proses penyembuhan ruam HIV, pengidap disarankan tidak mandi dengan air panas atau berendam, serta tidak terpapar sinar matahari tanpa perlindungan memadai.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mengenal tanda tanda HIV"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel